Entahlah

Ada musik yang mengalun perlahan, entah darimana. 

Iramanya konstan, nyaris datar seperti hati yang tak pernah didatangi. 

Sepi. 


Aku diam-diam mengamati gerakan hati. 

Masih kosong, lompong. Ruang-ruangnya masih sama. 

Di dindingnya ada bekas luka. Besar tapi di permukaan, kecil tapi merusak jaringan. 

Aku terlampau hapal dengan labirin yang kuciptakan sendiri. 

Rumit dan sederhananya, plus jalan pintas masuknya. 


Kupikir hanya aku yang tahu. Tapi rupanya aku hanya sok tahu.


Di ruang hati yang sama sekali baru, kamu, telah membangun istanamu sendiri. 

Tidak sebagai penyusup, kamu hadir lebih seperti teman lama yang hadir kembali. 

Terasa begitu familiar, seperti kita pernah membuat janji bertemu di Surga dulu. 


Entahlah, bisikku. Pada diriku.

No comments:

Post a Comment