Tapi Jari Manismu Hanya Untukku, kan?

Aku: Kau tahu, Jodohku? Aku jatuh pada orang yang salah.
Dia:  Kenapa bisa kau jatuh padanya sementara kau tahu dia salah?
Aku: Saat jatuh cinta kita tak mengenal logika, kan?
Dia:  Itu benar. Tapi kita selalu bebas memilih dan berpikir.
Aku: Aku sudah menyerahkan hampir semua hatiku untuknya. Aku pikir dia akan terus berada di sisiku. Ternyata aku salah.
Dia:  Yang selalu berada di sisimu itu hanya aku.
Aku: Apa kau marah karena aku terlanjur pernah menyerahkan hatiku pada banyak pria selain dirimu?
Dia:  Tentu saja tidak.
Aku: Kenapa?
Dia:  Kau menyerahkan hati dan perasaanmu padanya sebelum bertemu denganku?
Aku: Iya.
Dia:  Tapi jari manismu hanya untukku, kan?
Aku: Kenapa kau ingin jari manisku?
Dia:  Sejauh apapun kau pergi, kau pasti kembali padaku. Sebanyak apapun kau lepas dan menyerahkan hati, kau pasti kembali padaku. Karena aku jodohmu. Karena aku adalah satu-satunya orang yang akan menyematkan cincin di jari manismu.
Aku: Itu hebat!
Dia:  Kelak, kau akan tahu betapa cantiknya jari manismu.
Aku: Mulai sekarang aku akan menjaganya baik-baik.
Dia:  Jangan pernah serahkan jari itu selain padaku, ya?
Aku: Janji!
Dia:  Sampai ketemu di masa depan!
Aku: Kumpulkan uang dan beli cincin cantik ya, Jodohku!

No comments:

Post a Comment