Untuk Tuhan

4 Juni
Ruang isolasi membuatku seperti bakteri berbahaya. Mereka memangkas rambutku dan memakaikan penutup kepala yang biasa kau gunakan untuk mandi. Doakan agar aku tak bosan dan menggigit kepalaku sendiri. Jaga makanmu, ya!

5 Juni
Kau tahu, ruangan ini berbau antiseptik. Ada kaca besar di sebelahku, batas untuk orang yang ingin menjenguk. Aku ingin melihat wajahmu di kaca itu. Aku ingin mengangkat telpon di meja kecil dan mengobrol denganmu dari balik kaca. Aku merindukanmu.

6 Juni
Rambutku rontok padahal sudah hampir dipangkas habis. Dokter Anderson memberiku tiga suntikan setiap hari dan sekarang aku hampir tak merasakan apa-apa saat dia melakukannya. Kedengaran mengerikan, ya? Tinta penaku hampir habis.

8 Juni
Hei, Dokter Anderson memberiku pena baru. Sehari tak mengirimimu note rasanya seperti di neraka. Hari ini aku makan bubur merah. Rasanya manis. Aku ingat kau. Ingat wajahmu. Apa bunga mataharimu sudah mekar?

9 Juni
Mom menangis saat bicara denganku di telpon. Dad menyanyikan lagu You’ll Be In My Heart untukku, dia tahu itu lagu kita berdua. Aku ingin memeluk mereka. Dan lagu itu membuatku ingin memelukmu. Aku cinta kau, Anne.

13 Juni
Hari-hariku makin sibuk dengan serangkaian pemeriksaan. Semua ini mulai membuatku muak dan bosan. Besok mereka akan mengambil sumsum tulang belakangku untuk pemeriksaan lanjutan. Aku pasti akan merindukanmu.

16 Juni
Bekas lukaku masih agak sakit. Oh ya, beratku naik 2kg dan mereka bilang itu bagus. Untuk pertama kalinya aku melihat kaca sejak rambutku dipangkas. Aku nggak percaya itu aku. Aku seperti melihat Vin Diesel anoreksia.

17 Juni
Anne, besok ulang tahunmu. Aku nggak akan menanyakan kado karena aku nggak bisa memberikannya untukmu. Aku benci nggak bisa bersamamu. Harusnya sekarang aku sedang sibuk memilih kado. Tapi, semua orang pasti sedang mempersiapkan kejutan untukmu, kan? Anne, kau jangan menangis ya.

18 Juni
Selamat hari lahir, Anne-ku! Satu hal, dan kau pasti tahu, aku belum pernah berdoa untuk orang lain. Hari ini, aku ingin berdoa agar kau selalu bahagia. Semoga Tuhan selalu mendatangkan orang-orang baik ke sekitarmu, yang akan selalu menyayangimu lebih dari aku. Yang selalu setia memeluk dan merangkulmu, yang selalu ada untuk menyeka air matamu. Harusnya hari ini aku melamarmu. Aku cinta kau, Anne Keller. Selalu dan selamanya.

20 Juni
Kemarin aku muntah enam kali. Ingat perut kotak-kotakku yang hebat itu? Mereka menghilang dan rusukku mulai menonjol tak karuan. Salah satu rusukku bahkan bertuliskan: Anne Keller. Hahaha aku masih nggak pintar merayu. Jaga dirimu.

22 Juni
Semalam aku berpikir, harusnya hari ini kita sedang mempersiapkan pernikahan. Gaun tiga meter yang dulu sering kau bicarakan, pesta di halaman rumah dengan kembang api, lagu Last Friday Night yang mengiringi dansa. Maaf menghancurkan semua mimpimu, Anne. Aku benci jadi seperti ini.

23 Juni
Aku ingat kau pernah menamai anak-anak kita. Kau ingin anak laki-laki bernama Joe, Andre, Steve. Kau ingin anak perempuan bernama Scarlet, anak perempuan yang akan hobi masak seperti ibunya. Aku nggak menyangka akan merindukan mereka yang bahkan belum lahir sampai seperti ini. Aku ingin jadi ayah.

30 Juni
Beratku turun 7kg dan aku seperti zombie Resident Evil sekarang. Jangan tanya kemana Hans-mu yang ganteng itu. Hei Anne, ini mungkin terdengar bodoh, tapi aku sangat ingin makan puding susu buatanmu. Cih, Dokter Anderson akan membunuhku kalau aku coba-coba makan makanan lain.

07 Juli
Maaf aku semakin jarang mengirim note, keadaan semakin payah. Semalam aku mimpi kau. Kau berdiri di depanku dengan kaos putih Muse yang kita beli saat mereka konser di London. Sayangnya di mimpi itu kau nggak mengatakan sesuatu. Aku ingin melihatmu. Ingin melihat wajahmu.

08 Agustus
Anne, aku sangat mencintaimu. Terima kasih sudah mau mencintaiku.

09 Agustus
Apa note-ku kemarin membuatmu takut? Jangan khawatir, itu hanya karena aku ingin mengatakannya. Selama sebulan ini aku latihan menulis. Tanganku mulai mati rasa.

19 Agustus
“I’m about to lose my mind, you’ve been gone for so long. I’m running out of time. I need a doctor, call me a doctor. To bring me back to life...”

20 Agustus
“Cause you’ll be in my heart, yes you’ll be in my heart. From this day on, now and forever...”

23 Agustus
“You just call out my name, and you know wherever i am. I’ll come running, oh yes i will, to see you again. Winter, spring, summer, or fall. All you have to do is call. And i’ll be there...”

02 September
Aku mimpi kau lagi. Tapi kali ini kau menangis. Kuanggap itu pertanda. Anne, aku ingin jadi ayah Joe, Andre, Steve, dan Scarlet. Aku ingin melihatmu membuat kue bersama mereka, ingin bergulat dengan mereka di halaman yang basah. Anne, doakan aku. Selalu doakan aku ya.

16 September
Pegang tanganku, genggam jemariku. Aku mencintaimu, Calon istriku.

17 September
Tuhan, jaga Anne untukku. Anne, tetap bersama Tuhan demi aku.


Anne melepaskan note Hans dari dinding kamarnya. Musim dingin sudah berlalu dan musim semi mulai datang. Es mulai mencair, suara burung terdengar di halaman belakang. Anne memasukkan CD kumpulan lagu favoritnya dan mulai menulis sesuatu lagi. Tulisan pertama sejak dua bulan yang lalu, sejak pemilik rusuknya pergi.
           
Cancer – My Chemical Romance mengalun.
           
Oh my agony, know that i will never marry. Baby, i’m just soggy from the chemo. But counting down the days to go. It just ain't living and i just hope you know. That if you say goodbye today, i’d ask you to be true. ‘Cause the hardest part of this, is leaving you...”
           
Anne menarik nafas dalam-dalam.


24 Desember

Hans, selamat hari lahir! Apa di Surga ada pesta ulang tahun? Kalau nggak, aku bisa kesana untuk membuatkanmu pesta kejutan. Well, itu setengah bercanda. Aku akhirnya bisa menerima kalau Tuhan selalu punya rencana dan itu di luar jangkauan kita. Aku memutar banyak lagu, mendengarkan semua lagu yang kau kirim untukku. Aku suka I Need A Doctor. Aku memang butuh dokter sekarang. Yang bisa mengembalikan hidupku, yang bisa menghidupkanmu untukku. Aku memang kehilangan akal, aku memang kehabisan waktu. Aku terjebak.

Kalau di Surga ada bidadari, pastikan mereka nggak lebih cantik dariku. Kau akan mati dua kali kalau berani merayu mereka sementara nggak punya nyali merayuku. Hei Hans, bunga matahariku mati. Besok aku akan menanamnya lagi.

Aku berencana memelihara kucing dan akan kuberi nama Hans. Kutebak nantinya Hans kecil akan hobi duduk di sofa berjam-jam seperti Hans besar.
         
Hei Calon ayah dari anak-anakku, kau harus bahagia disana. Karena aku bahagia. Aku sedang bahagia dan akan selalu bahagia.
         
Kuminta Tuhan untuk terus memelukmu, kuminta Tuhan untuk terus mendekapmu. Aku tahu kau sudah punya rambut lagi, perut kotakmu sudah kembali lagi, dan rusukmu sudah lengkap lagi. Karena aku sudah ingin hidup lagi.
        
Kuminta Tuhan untuk menghapusmu.
        
Tuhan, aku sudah ikhlas sekarang.


30 Desember
           
Aku menyimpanmu, menggenggammu.
Bahkan saat Tuhan merebutmu, aku masih memegangmu.
Bukan salahmu, bukan salahku.
Kita hanya kehabisan waktu.

Anne memasukkan dua note-nya ke dalam amplop besar, disusul kemudian puluhan note dari Hans. Note-note itu membuat amplop menggelembung. Anne mengambil spidol dan menuliskan sesuatu di depan amplop sebelum memasukkannya dalam kotak pos.
           
“Ayo Hans, kita pergi,” Anne menggendong Hans yang terus mengeong.
           
Untuk Tuhan, dari Hans dan Anne.



P.S. Cerpen ini diikutkan dalam Proyek Ulang Tahun ke-11 Nulis Buku


No comments:

Post a Comment